....

Minggu, 06 April 2008

merajut takdir dengan kekuatan pikiran

resensi ini dimuat di Surya, 6 April 2008

Judul buku : 5 Aturan Pikiran
Penulis : Mary T. Browne
Penerbit : GPU, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal buku : 266 halaman

Tuhan menganugerahi hadiah istimewa buat manusia berupa akal (rasio). Tidak disangsikan, kalau manusia merupakan satu-satunya makhluk mulia di muka bumi ini. Dengan akal itu, manusia kemudian bisa berpikir tentang masa depan, bercita-cita untuk menjadi apa yang diinginkan, merajut mimpi bahkan mengubah takdir atas jalan hidup yang ingin dipilihnya di kelak kemudian hari.

Tetapi "kekuatan pikiran" (sebagai watak akal) yang dihadiahkan Tuhan itu ternyata tak sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian besar umat manusia. Tak pelak, banyak orang tidak memahami kekuatan pikiran, dan efeknya terhadap kehidupan. Padahal, kalau kekuatan pikiran itu dikelola dengan baik, dan kemudian diselaraskan dengan jiwa --yang dibimbing oleh Daya Ilahi-- maka tak mustahil setiap apa yang diinginkan manusia, bisa diwujudkan. Dengan kata lain, manusia dapat mengukir takdirnya dengan memanfaatkan kekuatan pikiran.

Tesis itulah yang digemakan Mary T Browne dalam buku 5 Aturan Pikiran ini. Ditulis berdasarkan pengalaman Browne -yang sudah bertahun-tahun menjadi seorang cenayang hebat-, tentu buku ini bukan sekadar susunan aturan mengenai pikiran melainkan juga telah teruji dan terbukti untuk bisa dimanfaatkan. Tak mustahil, dalam buku ini Mary T. Browne berpesan, "Berhati-hatilah dengan apa yang Anda pikirkan."

Karena bagi Browne, pikiran merupakan getaran, gaya, energi, kekuatan kreatif dan bahkan ruh. Pikiran adalah energi dahsyat yang menciptakan bentuk dan getaran bahkan bisa menciptakan realitas. Jika pikiran itu difokuskan dan diulang-ulang, maka seiring perjalanan waktu, akan mewujudkan sabuah gambaran tentang realitas (dari apa yang diinginkan seseorang).

Tentu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran itu, Browne tak semata-mata hanya mendasarkan aspeks kekuatan manusia belaka, dan menafikan campur tangan Tuhan. Di balik kekuatan pikiran itu, sebagaimana dikemukakan Browne, pikiran harus diselaraskan dengan keberadaan jiwa (di bawah bimbingan Daya Ilahi yang selalu menunggu untuk membantu umat manusia). Dengan bimbingan Daya Ilahi itu pikiran mendapatkan kekuatan untuk mewujudkan impian manusia.

Jadi, setiap "segi kehidupan", kesehatan, keuangan, asmara, pekerjaan dan kebahagiaan manusia tergantung pada pikiran dan tindakan yang muncul dari pikiran. Lantas, bagaimana agar segi kehidupan tersebut bisa terwujud menjadi kenyataan sebagaimana yang diinginkan oleh manusia? Browne, menyusun 5 aturan pikiran yang harus dijalankan jika dia ingin memperoleh "apa yang diinginkan" dalam hidup ini.

Pertama, memutuskan keinginan (dalam bahasa Mary T Browne, Anda harus menentukan apa yang Anda inginkan). Kedua, membangun visualisasi pikiran atau melihat perkara itu terlaksana (melihat hal itu telah terjadi). Gambaran dari pikiran itu difokuskan pada "sasaran yang telah selesai" bukannya pada setiap langkah yang mengarah pada sasaran itu.

Ketiga, Jangan ragu-ragu. Karena, dalam setiap keinginan tak mustahil aral dan halangan akan menjadi penghambat sehingga membuat orang itu bimbang. Tapi, kehendak yang kuat akan selalu menjadikan orang menemui kesuksesan. Dan orang yang sukses, tak pernah kehilangan akal dan cara untuk mewujudkan mimpi dan keinginannya menjadi kenyataan. Sebab itu, aturan keempat harus ditunjang dengan keyakinan yang kuat untuk terus melangkah dan tetap teguh.

Adapun aturan kelima, adalah ketekunan. Karena, ketekunan "membangun" kekuatan gagasan. Meskipun keinginan yang ingin diraih itu terlalu tinggi dan nyaris tak mungkin bisa diwujudkan, tidak mustahil, seiring dengan perjalanan waktu ketekunan itu akan membuat impian yang mustahil seperti punya apartemen mewah, mobil bagus, pekerjaan baru yang menjanjikan, cinta sejati, sehat dari penyakit bisa menjadi kenyataan.

Jika gagasan dikendalikan dengan tepat, pikiran dikelola dengan benar dan jiwa diselaraskan dengan Daya Ilahi, tak mustahil manusia bisa "mengukir" masa depannya sebagaimana yang dia inginkan. Sayangnya, sebagian besar orang sudah terlanjur berpikiran sempit dan beranggapan, masa depan orang itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan.

Padahal, menurut Mary T Browne, hidup manusia tak seperti itu. Karena masa depan setiap orang dapat diubah dengan "kekuatan pikiran". Tentu, dengan pikiran yang dikelola dengan benar, tak berpikir dalam gejolak emosional yang diliputi dendam, pikiran yang negatif atau destruktif. Karena dengan kekuatan pikiran yang sejalan dengan Daya Ilahi, manusia dapat mengubah masa depannya. Karena, masa depan orang ditentukan cara orang berpikir dan bertindak. Dengan mengubah pikirannya, tak mustahil seseorang itu bisa mengubah takdirnya.

Tak disangsikan, buku ini serasa mencuci pikiran picik sebagian besar orang yang menganggap takdir manusia sudah ditentukan di atas langit sana. Di sisi lain, buku ini memiliki "pretensi" bukan sekadar menyadarkan kita semua untuk memahami konsep "takdir", konsep masa depan dan bahkan kekuatan pikiran yang selama ini dianggap tak bisa mengubah impian kita jadi kenyataan, tetapi juga menuntun kita memanfaatkan kekuatan pikiran yang tidak dinafikan sebagai kado istimewa dari Sang Pencipta.

Dilengkapi dengan pengalaman Browne yang sudah bertahun-tahun menjadi cenayang yang kerapkali mengubah nasib banyak orang yang sempat berkonsultasi kepadanya --dengan disertai problem hidup masing-masing--, tentu buku ini tak sekadar menawarkan aturan dan teori kosong melainkan menjadi sebuah referensi dan bukti nyata dari kekuatan pikiran. Karena, buku ini mengajarkan bagaimana mewujudkan impian (menjadi kenyataan) dengan kekuatan pikiran.***

*) n. mursidi, alumnus Filsafat UIN, Yogya.

1 komentar:

Celulite mengatakan...

Hello. This post is likeable, and your blog is very interesting, congratulations :-). I will add in my blogroll =). If possible gives a last there on my blog, it is about the Celulite, I hope you enjoy. The address is http://eliminando-a-celulite.blogspot.com. A hug.