....
Tampilkan postingan dengan label resensi buku psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resensi buku psikologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Desember 2008

metode jitu untuk menemukan jodoh

Resensi ini dimuat di majalah Anggun edisi 5/bln Des 2008

Judul buku : Love Types; Cara jitu Menemukan Soulmate & Belahan Jiwa Berdasarkan Sifat dan Kepribadian
Penulis : Alexander Avila
Penerbit : Daras Books, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal buku : 388 halaman

UNTUK menemukan belahan jiwa yang akan diajak hidup bersama dalam ikatan pernikahan, memang perkara yang tidak gampang. Apalagi, persoalan jodoh --seperti rezeki dan kematian-- kerap dikategorikan sebagai rahasia Allah. Tidak mustahil, banyak orang dihadapkan persoalan rumit memecahkan rahasia itu dalam rangka menemukan jodoh ideal, lantaran pernikahan tidaklah perkara main-main, melainkan akan menjadi sejarah baru bagi dua anak manusia setelah keduanya berikrar hidup dalam satu atap.

Tetapi, dengan keberadaan rahasia Allah itu, bukan berarti seseorang kemudian pasrah menunggu kedatangan sang pujaan hati turun dari langit sebagai hadiah Allah. Maka, untuk membuka rahasia itu, dibutuhkan usaha dan metode agar kelak tak terjadi salah pilih. Lantas yang jadi pertanyaan adalah; atas dasar apa seorang (lelaki ataupun perempuan) memilih calon pasangan dalam mengarungi bahtera rumah tangga?

Buku karya Alexander Avila berjudul Love Types; Cara jitu Menemukan Soulmate & Belahan Jiwa Berdasarkan Sifat dan Kepribadian ini menawarkan sebuah metode jitu yang bisa dijadikan sebagai dasar dan pertimbangan bagi seorang lajang yang sedang berusaha menemukan pujaan hati. Dengan menawarkan metode Love Type, Dr Avila mengajak Anda memiliki kemampuan untuk membuka topeng dan tipologi kepribadian Anda, lalu Anda diajak mengenali topeng kepribadian calon pasangan Anda dengan harapan nantinya Anda meneropong kepribadian sejati pasangan yang sedang Anda cari sehingga Anda bisa menentukan; apakah ia tepat bagi Anda atau tidak.

Dalam membuka topeng kepribadian Anda, Dr Avila mengajak Anda mengenali kepribadian Anda dalam 16 type. Adapun 16 tipologi kepribadian itu, adalah; type filsuf idealis, penulis mistis, filsuf sosial, guru kedewasaan, sarjana, ahli, inovator, jenderal, perawat, administrator, tuan rumah yang baik, tradisionalis, seniman lembut, pengrajin, penampil dan jago dagang. Untuk mengetahui type kepribadian Anda, tidaklah susah karena Dr Avila mengajukan beberapa pertanyaan yang harus Anda jawab. Jawaban dari setumpuk pertanyaan itulah yang akan menggiring Anda menemukan salah satu dari 16 type kepribadian yang dibangun Dr Avila.

Selanjutnya, berdasarkan type Anda, Dr Avilla memandu Anda untuk mengenali karakter calon pasangan yang cocok buat Anda. Setelah Anda tahu pasangan yang tepat untuk Anda, Dr Avila mengajarkan cara jitu untuk menemukan pasangan yang cocok, rahasia tentang tempat yang bisa Anda kunjungi untuk menemukan pasangan Anda, cara bersikap dan membuat program sosialisasi pribadi untuk “memecahkan kebekuan” dan menggapai kencan pertama yang bisa berujung pada pernikahan.

Buku yang disusun Dr Avila berdasarkan hasil penelitian selama puluhan tahun ini memang terbukti menjadi metode yang jitu. Tidak sedikit, orang yang mempraktekkan metode Love type Dr Avilla ini bisa menemukan jodoh yang diimpikan dan membangun rumah tangga bahagia. Jadi, buku ini akan mengantar Anda menemukan pujaan hati, dan merengkuh hidup bahagia dalam pernikahan yang harmonis.

Sebab penulis mengajak Anda memilih pasangan agar serasi; tak terjadi banyak perbedaan berdasarkan type kepribadian. Tak mustahil, pernikahan yang Anda bangun akan menyenangkan karena Anda dan pasangan memang menikah atas dasar cocok sesuai karakter! (n. mursidi, blogger buku terbaik dalam Pesta Buku Jakarta 2008)

baca lebih lanjut...?

Minggu, 06 April 2008

merajut takdir dengan kekuatan pikiran

resensi ini dimuat di Surya, 6 April 2008

Judul buku : 5 Aturan Pikiran
Penulis : Mary T. Browne
Penerbit : GPU, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal buku : 266 halaman

Tuhan menganugerahi hadiah istimewa buat manusia berupa akal (rasio). Tidak disangsikan, kalau manusia merupakan satu-satunya makhluk mulia di muka bumi ini. Dengan akal itu, manusia kemudian bisa berpikir tentang masa depan, bercita-cita untuk menjadi apa yang diinginkan, merajut mimpi bahkan mengubah takdir atas jalan hidup yang ingin dipilihnya di kelak kemudian hari.

Tetapi "kekuatan pikiran" (sebagai watak akal) yang dihadiahkan Tuhan itu ternyata tak sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian besar umat manusia. Tak pelak, banyak orang tidak memahami kekuatan pikiran, dan efeknya terhadap kehidupan. Padahal, kalau kekuatan pikiran itu dikelola dengan baik, dan kemudian diselaraskan dengan jiwa --yang dibimbing oleh Daya Ilahi-- maka tak mustahil setiap apa yang diinginkan manusia, bisa diwujudkan. Dengan kata lain, manusia dapat mengukir takdirnya dengan memanfaatkan kekuatan pikiran.

Tesis itulah yang digemakan Mary T Browne dalam buku 5 Aturan Pikiran ini. Ditulis berdasarkan pengalaman Browne -yang sudah bertahun-tahun menjadi seorang cenayang hebat-, tentu buku ini bukan sekadar susunan aturan mengenai pikiran melainkan juga telah teruji dan terbukti untuk bisa dimanfaatkan. Tak mustahil, dalam buku ini Mary T. Browne berpesan, "Berhati-hatilah dengan apa yang Anda pikirkan."

Karena bagi Browne, pikiran merupakan getaran, gaya, energi, kekuatan kreatif dan bahkan ruh. Pikiran adalah energi dahsyat yang menciptakan bentuk dan getaran bahkan bisa menciptakan realitas. Jika pikiran itu difokuskan dan diulang-ulang, maka seiring perjalanan waktu, akan mewujudkan sabuah gambaran tentang realitas (dari apa yang diinginkan seseorang).

Tentu dalam memanfaatkan kekuatan pikiran itu, Browne tak semata-mata hanya mendasarkan aspeks kekuatan manusia belaka, dan menafikan campur tangan Tuhan. Di balik kekuatan pikiran itu, sebagaimana dikemukakan Browne, pikiran harus diselaraskan dengan keberadaan jiwa (di bawah bimbingan Daya Ilahi yang selalu menunggu untuk membantu umat manusia). Dengan bimbingan Daya Ilahi itu pikiran mendapatkan kekuatan untuk mewujudkan impian manusia.

Jadi, setiap "segi kehidupan", kesehatan, keuangan, asmara, pekerjaan dan kebahagiaan manusia tergantung pada pikiran dan tindakan yang muncul dari pikiran. Lantas, bagaimana agar segi kehidupan tersebut bisa terwujud menjadi kenyataan sebagaimana yang diinginkan oleh manusia? Browne, menyusun 5 aturan pikiran yang harus dijalankan jika dia ingin memperoleh "apa yang diinginkan" dalam hidup ini.

Pertama, memutuskan keinginan (dalam bahasa Mary T Browne, Anda harus menentukan apa yang Anda inginkan). Kedua, membangun visualisasi pikiran atau melihat perkara itu terlaksana (melihat hal itu telah terjadi). Gambaran dari pikiran itu difokuskan pada "sasaran yang telah selesai" bukannya pada setiap langkah yang mengarah pada sasaran itu.

Ketiga, Jangan ragu-ragu. Karena, dalam setiap keinginan tak mustahil aral dan halangan akan menjadi penghambat sehingga membuat orang itu bimbang. Tapi, kehendak yang kuat akan selalu menjadikan orang menemui kesuksesan. Dan orang yang sukses, tak pernah kehilangan akal dan cara untuk mewujudkan mimpi dan keinginannya menjadi kenyataan. Sebab itu, aturan keempat harus ditunjang dengan keyakinan yang kuat untuk terus melangkah dan tetap teguh.

Adapun aturan kelima, adalah ketekunan. Karena, ketekunan "membangun" kekuatan gagasan. Meskipun keinginan yang ingin diraih itu terlalu tinggi dan nyaris tak mungkin bisa diwujudkan, tidak mustahil, seiring dengan perjalanan waktu ketekunan itu akan membuat impian yang mustahil seperti punya apartemen mewah, mobil bagus, pekerjaan baru yang menjanjikan, cinta sejati, sehat dari penyakit bisa menjadi kenyataan.

Jika gagasan dikendalikan dengan tepat, pikiran dikelola dengan benar dan jiwa diselaraskan dengan Daya Ilahi, tak mustahil manusia bisa "mengukir" masa depannya sebagaimana yang dia inginkan. Sayangnya, sebagian besar orang sudah terlanjur berpikiran sempit dan beranggapan, masa depan orang itu sudah ditakdirkan oleh Tuhan.

Padahal, menurut Mary T Browne, hidup manusia tak seperti itu. Karena masa depan setiap orang dapat diubah dengan "kekuatan pikiran". Tentu, dengan pikiran yang dikelola dengan benar, tak berpikir dalam gejolak emosional yang diliputi dendam, pikiran yang negatif atau destruktif. Karena dengan kekuatan pikiran yang sejalan dengan Daya Ilahi, manusia dapat mengubah masa depannya. Karena, masa depan orang ditentukan cara orang berpikir dan bertindak. Dengan mengubah pikirannya, tak mustahil seseorang itu bisa mengubah takdirnya.

Tak disangsikan, buku ini serasa mencuci pikiran picik sebagian besar orang yang menganggap takdir manusia sudah ditentukan di atas langit sana. Di sisi lain, buku ini memiliki "pretensi" bukan sekadar menyadarkan kita semua untuk memahami konsep "takdir", konsep masa depan dan bahkan kekuatan pikiran yang selama ini dianggap tak bisa mengubah impian kita jadi kenyataan, tetapi juga menuntun kita memanfaatkan kekuatan pikiran yang tidak dinafikan sebagai kado istimewa dari Sang Pencipta.

Dilengkapi dengan pengalaman Browne yang sudah bertahun-tahun menjadi cenayang yang kerapkali mengubah nasib banyak orang yang sempat berkonsultasi kepadanya --dengan disertai problem hidup masing-masing--, tentu buku ini tak sekadar menawarkan aturan dan teori kosong melainkan menjadi sebuah referensi dan bukti nyata dari kekuatan pikiran. Karena, buku ini mengajarkan bagaimana mewujudkan impian (menjadi kenyataan) dengan kekuatan pikiran.***

*) n. mursidi, alumnus Filsafat UIN, Yogya.

baca lebih lanjut...?

Senin, 27 Agustus 2007

Menjadi Wanita Bercitra Diri Tinggi

(Resensi ini dimuat di Sinar Harapan, Sabtu 11 Okt 2003)


Judul buku : Self-Esteem for Women; Panduan Praktis bagi Wanita untuk Mencapai Kesuksesan dalam Cinta, Karier dan Keluarga
Penulis : Lynda Field
Penerbit : Kaifa, Bandung
Cetakan : Juni, 2003
Tebal buku : xxvii + 188 halaman
Harga: --

TERLAHIR sebagai seorang wanita bukanlah satu kesalahan. Sebab, antara laki-laki dan wanita—sebenarnya—tak ada perbedaan krusial yang perlu diperdebatkan. Bahkan dengan kehadiran wanita, dunia seharusnya patut berbangga karena planet ini akan tetap eksis melangsungkan proses hidup umat manusia. Wanita akan jadi patner laki-laki, sebagai istri dan setelah melahirkan anak—adalah satu keniscayaan—wanita jadi ibu yang berperan besar dalam mengasuh dan membesarkan anak untuk mengisi pola budaya generasi baru dalam mewarnai peradaban dunia.

Tapi dalam sejarah umat manusia ada kesalahan dalam kehidupan di dunia ini. Selama berabad-abad, dunia ini dikuasai kaum laki-laki dan wanita dianggap makhluk lain.

Peran wanita selalu dimarginalkan dalam kultur yang hanya mengutamakan energi maskulin (mental dan fisik) serta mengerdilkan energi feminin (emosional dan spiritual). Akibatnya, ruang gerak wanita sangat terbatas dan kerapkali menerima perlakuan tak adil dari laki-laki, yang itu tak hanya dalam rumah tangga, melainkan pula dalam dunia kerja.

Buku Self-Esteem for Women; Panduan Praktis bagi Wanita untuk Mencapai Kesuksesan dalam Cinta, Karier dan Keluarga ini adalah sebuah buku yang bagus dalam melihat kesalahan kultur di atas. Menariknya, penulis lewat buku ini tak sekedar mengecam kesalahan kultur itu semata, melainkan pula berupaya membangkitkan kesadaran kaum wanita dalam melihat kultur yang salah itu dan kemudian memberikan kiat-kiat yang perlu dilakukan untuk merubah dengan cara mengembangkan energi keseimbangan agar nantinya kaum wanita memiliki citra diri tinggi dan bisa sukses merenggut kebahagiaan dalam cinta, dunia kerja dan keluarga.

Kesalahan kultur itu muncul sebagai akibat dari adanya pandangan negatif dalam melihat sosok wanita. Wanita yang semestinya berdiri sejajar dengan laki-laki telah diposisikan sebagai sub-ordonat. Itu terjadi tak hanya di wilayah keluarga, yang mana sejak lahir anak wanita dicitrakan lembut, lunak, lemah dan semacamnya.

Dalam skala lebih luas lagi (dalam masyarakat), wanita bahkan tak diberi ruang lebar karena dianggap perannya hanya sebagai pelengkap kaum lelaki belaka. Tak ayal, wanita kemudian mendapat perlakuan tak adil.

Wajar Anehnya, kaum wanita kerapkali menerima semua itu sebagai hal wajar dan bukan malah timbul adanya kesadaran, melainkan sering mencari kambing hitam. Tak salah, jika penulis lewat buku ini membeberkan kesalahan kultur itu untuk kemudian mengajak kaum wanita agar sadar diri.

Dengan menyentak kepongahan kaum wanita untuk punya kesadaran kreatif, meliputi upaya mengenalkan karekter, kodrat dan hal terdalam dalam jiwa wanita, penulis berharap agar kaum wanita tak hanya bisa mengenali diri dan keadaan saja, melainkan juga mawas diri (self-awareness) dan kemudian bisa mengubah pola pikir dan perasaan dalam mengambil suatu tindakan.

Memang, pola pikir seseorang amat menentukan kehidupannya. Tak salah jika dalam agenda yang dicanangkan penulis, upaya pengembangan diri bagi kaum wanita tidaklah lepas dari peneguhan pikiran (afirmatif), visualisasi kreatif (berpikiran kuat), memaafkan, mengembangkan energi diri (meliputi mental, spiritualiatas, emosi dan fisik), yang kemudian diikuti dengan apresiasi diri.

Kalau hal itu sudah dilakukan wanita, tak berlebihan jika nantinya akan lahir wanita baru yang bisa menjalin cinta dengan lelaki yang bersifat memupuk, memelihara dan bahkan dengan saling menyingkap tabir diri, wanita itu bisa mendapat keintiman cinta dan mendukung citra dirinya yang tinggi.

Lebih dari itu, karena setiap wanita akan jadi ibu, tak berlebihan, pola budaya patriartis itu tak diwariskan kepada anaknya. Karena wanita yang bercitra diri akan mengasuh anaknya dengan baik, mengembangkan unsur energi keseimbangan. Dalam kasus lain, toh jika wanita itu kemudian memasuki dunia kerja, tentu tak canggung jika bersaing dengan kaum lelaki. Dengan mengembangkan energi batin maskulin (yang tak hanya dimiliki lelaki), wanita bisa juga meraih kesuksesan yang dibanggakan.

Karena kini, wilayah publik tak hanya milik kaum lelaki, wanita dalam kancah dunia kerja juga sudah menunjukkan citra dirinya yang tinggi untuk bisa eksis dan tak tenggelam dalam emosi dan spritualitas belaka.

Tak berlebihan, jika kita menyebut buku ini sebagai buku bagus yang perlu dimiliki kaum wanita. Dilengkapi visualisasi dan latihan-latihan yang akan membuat kaum wanita lebih memahami dirinya, buku ini hanya punya niat melejitkan kaum wanita untuk memiliki citra diri yang tinggi. Karena wanita yang bercitra diri-lah yang akan bisa meningkatkan kemampuan diri dan sukses dalam setiap sisi kehidupannya, baik dalam meniti karier, hubungan cinta maupun dalam keluarga.

*) n_mursidi adalah pustakawan dan cerpenis.

baca lebih lanjut...?