....

Kamis, 06 November 2008

sukses China merengkuh dunia

Resensi ini dimuat di koran jakarta, kamis 6 november 08

Judul buku : Membongkar Bisnis China Hingga ke Palestina
Penulis : Anton A. Ramdan
Penerbit : Daras Books, Jakarta
Cetakan : Pertama, 2008
Tebal buku : 208 halaman (termasuk indeks)

Dalam lintasan sejarah, China seakan tak pernah berhenti membuat gebrakan. Mao Zedong tak bisa dimungkiri telah mengukir sejarah, membawa China jadi negara komunis yang ditakuti, dan Deng Xiaoping melangkah lebih jauh lagi, membawa China dengan wajah baru yang tak kalah membuat gentar dunia. Kalau dulu China ditakuti lantaran geliat komunisme yang didengungkan Mao Zedong, sekarang China kembali ditakuti dunia, lantaran memasuki era kapitalisme sebagai "macan ekonomi Asia" yang bangun dari tidur. Dengan wajah baru hasil "gebrakan reformasi" yang dicetuskan Deng, China kini bangkit dari keterpurukan dan selangkah demi selangkah telah berhasil menjadi salah satu kekuatan ekonomi yang menggebrak dunia.

Dalam waktu singkat, China bisa melejit dalam membangun kesuksesan ekonomi serupa meteor. Gebrakan hasil reformasi yang digelindingkan Deng, membuat ekonomi China menduduki posisi keenam, setelah Amerika, Jepang, Jerman, Inggris dan Prancis. Dengan cadangan devisa yang besar, sekitar US$ 500 miliar, China tak mustahil dipastikan akan mampu menggilas dan melampuai Amerika, Jerman, Inggris dan Prancis pada masa mendatang. Di sisi lain, volume investasi asing di China, menduduki peringkat kedua di dunia, yang tidak diragukan lagi bisa mengantarkan China jadi penguasa ekonomi dunia.

Kenapa perekonomian China mampu melejit dengan cepat dan begitu hebat? Tentu, ada rahasia di balik kesuksesan yang diterapkan oleh pemerintah China menjadi kekuatan ekonomi dunia sekarang ini. Jawaban di balik kesuksesan ekonomi China itulah, yang diungkap Anton A. Ramdan dalam sebuah buku yang berjudul; Membongkar Bisnis China Hingga ke Palestina. Penulis yang berhasil menggondol gelar sarjana dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahun Alam, Universitas Indonesia ini, tidak saja mengungkap kesuksesan bisnis China sebagai bangsa, tetapi juga sebagai individu. Selain itu, penulis juga melengkapi buku ini dengan "daftar orang-orang China terkaya" di dunia dan Indonesia beserta bisnis mereka.

Keberhasilan bangsa China mampu melejit sebagai kekuatan ekonomi dunia, tidak lepas dari kepintaran pemerintah dalam meramu strategi menghadapi persaingan perekonomian dunia yang semakin kompetitif. Dalam menghadapi persaingan ekonomi global itu, pemerintah China menempuh langkah dan strategi jitu. Pertama, China menerapkan kebijakan keuangan yang proaktif. Kedua, untuk menaikkan tingkat konsumsi China memperkuat konstruksi sistem perlindungan sosial. Ketiga, China menerapkan sistem keuangan yang mantap dan stabil. Keempat, Cina melakukan pengurangan pajak dari masyarakat untuk tujuan meningkatkan ekspor. Kelima, meningkatkan sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Keenam, mereformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Rupanya, langkah dan strategi yang ditempuh pemerintah China itu memetik hasil gemilang. China tak hanya mampu membangun jaringan bisnis dan mampu menarik konsumen. Lebih dari itu, China bisa menggempur pasar dengan produk harga murah. Walhasil, pasar dunia "dibanjiri" produk-produk China. Dengan harga murah dibanding produk-produk bangsa lain, tidak salah jika jangkauan ekspor China mampu menembus ke Amerika, juga Indonesia bahkan hingga ke Palestina. Dengan menjual produk berharga murah di Palestina, perusahaan-perusahaan China tak hanya membantu warga Palestina yang selama ini tergantung produk-produk Turki dan Israel, melainkan menumbuhkan daya beli masyarakat Palestina yang sedang dilanda krisis ekonomi. Dari kecerdikan itu, China mampu bersaing di tengah kompetisi pasar yang pada satu sisi, membantu penduduk Pelestina dan pada sisi lain membumbungkan pundi-pundi devisa negara China.

Strategi ekonomi China bisa menghasilkan produk-produk berharga murah itu, lantaran China menempuh langkah melemahkan Yuan dan membebaskan pajak. Juga pemerintah China memangkas birokrasi yang berbelit, menggunakan bahan alternatif yang murah dan ditunjang dengan upah buruh yang murah tetapi bisa menghasilkan produk berkualitas. Tak salah, kalau langkah-langkah itu bisa melejitkan ekspor China bisa menjangkau ke penjuru dunia. Praktis, China "mampu bersaing" di pasar dan malah "menumbangkan" perusahaan-perusahaan besar di Amerika. Tidak berlebihan, jika dalam waktu singkat China bisa mandiri dan jadi kekuatan ekonomi dunia pada masa mendatang. Pasalnya, tak lain karena China akan menjadi penentu harga.

Tapi satu hal yang harus dicatat, bahwa kesuksesan ekonomi China itu tidak dibangun dalam sekejap. Sebab kesuksesan ekonomi China itu dibangun dari prinsip-prinsip perdagangan orang China selama ribuan tahun. Prinsip-prinsip berdagang yang diwariskan para leluhur itulah, yang kemudian menjadi senjata ampuh bangsa dan etnis China dalam menjalankan bisnis. Bahkan, keteguhan memegang prinsip itu, kini menjadikan China (RRC) bisa tampil sebagai raksasa ekonomi dunia.

Tidak dapat disangkal, kalau buku ini telah mengupas tuntas rahasia kesuksesan (etnis dan bangsa) China dalam perdagangan dunia. Tetapi nyaris tidak ada hal baru atau temuan gemilang yang dikemukan penulis di balik rahasia kesuksesan ekonomi China. Pasalnya, penulis "cenderung" hanya merangkum temuan dan tesis sejumlah penulis dalam buku sejenis. Tak salah, kalau buku ini nyaris "tidak menawarkan hal baru" terkait rahasia kesuksesan ekonomi China, baik sebagai bangsa maupun secara individu.

Jika kemudian pembaca menemukan ada hal baru atau informasi berharga dari buku ini, tidak lain adalah penyajian penulis dengan menambahkan daftar orang-orang China terkaya di dunia bahkan yang ada di Indonesia. Lebih jauh, penulis juga menyajikan bisnis-bisnis mereka. Tak salah, kalau informasi itu menjadi cukup berharga, lantaran pembaca tak akan menemukan dalam buku-buku sejenis (yang bertema tentang rahasia sukses bisnis etnis dan Bangsa China) di pasaran. ***

*) N. Mursidi, peresensi buku dan blogger buku terbaik dalam Pesta Buku Jakarta 2008

9 komentar:

nina mengatakan...

wah masih tetap eksis di koran2 nih...!
Salut!

n. mursidi mengatakan...

buat nina; yg jelas sudah gak konsen spt dulu, kini aktivitas meresensi buku hanya iseng2 aja.... aku sudah konsen pd kerja proyek2 lain....

Gugus mengatakan...

memang orang cina kalau bisnis pada jago2, cuma terkadang orang indo salah menerima prinsip-prinsip ekonomi mereka ... jadi sering dikatai pelit, itungan dll.

tipsbisnisuang mengatakan...

halo mas mursidi, salam kenal.
Rupanya anda spesialis di resensi ya mas. saya punya rencana nerbitkan buku ttg utang.tertarik tidak mas dgn buku2 bisnis ?
kalo boleh numpang nge-link ya mas.
terimakasih

budi herprasetyo

n. mursidi mengatakan...

orang china memang jago dan kokoh memegang prinsip, di tempat kelahiran saya (di lasem, Jawa tengah), saya memiliki tetangga China yang aku kagum karena menjalankan bisnis dg cara ulet dan tangguh. Terima kasih atas kunjungannya....

n. mursidi mengatakan...

buat mas budi (tipsbisnisuang), terima kasih atas kunjungannya, saya belakang tertarik dengan buku2 bisnis dan keuangan. lagi belajar utk berbisnis, tidak hanya sekedar menulis....

merpatisunyi mengatakan...

wah, kalau sudah melirik usaha bisnis seperti orang cina, bakalan ada jutawan baru nih... ok bos, sukses untuk bisnis dan proyek-proyeknya. tapi aku yakin kamu nggak akan bisa meninggalkan dunia yang bikin kamu nyaman dan eksis sampai sekarang...hehehehe....

NURUDIN mengatakan...

wah, semakin "menjajah" kemana2 ya bukunya? BTW, kapan buat buku sendiri? semangat!!!!!!!!!!!

n. mursidi mengatakan...

ini lagi mempersiapkan membuat buku, mas. mohon doanya, selamat juga mas!