....

Selasa, 22 November 2011

Sekolah Menulis Gratis ("Program Indonesia Menulis")

Sebenarnya, sudah lama aku ingin mendirikan "sekolah menulis gratis". Tapi rasa minder dan perasaan kurang percaya diri --karena dulu aku belajar menulis dari jalanan-- membuatku urung untuk mewujudkan cita-cita itu. Hingga akhirnya, aku diundang tim kreatif Apa dan Siapa (TVOne). Di akhir acara, host Apa dan Siapa yang saat itu dibawakan Indiarto Priadi bertanya,  "Setelah Anda jadi penulis, apa sumbangsih anda pada orang lain terlebih anak-anak jalanan yang mengalami nasib seperti Anda?" Dengan sedikit kikuk aku menjawab setengah bergetar, "Aku ingin mendirikan sekolah menulis gratis terutama bagi anak yang kurang mampu yang bernasib sepertiku dulu."

Terus terang, "jawaban" itu aku anggap sebagai utang kemanusiaan dan membuatku dihantui pikiran berdosa jika aku tidak mewujudkan dengan segera impian tersebut. Maka dalam kesempatan kali ini aku bertekat memenuhi janjiku untuk membuka sekolah menulis gratis. Ada tiga alasan kenapa aku akhirnya berani membuka sekolah menulis gratis ini. Pertama, dahulu sewaktu aku datang ke Yogyakarta dan karena diterpa "kondisi finansial" yang kurang menguntungkan, aku akhirnya menjadi penjual koran di jalanan. Waktu itu, aku ingin sekali jadi penulis. Apalagi setelah aku menjumpai beberapa penulis yang namanya kerap muncul di halaman koran. Ketika itu, aku ingin seperti mereka; bisa menulis di koran. Tapi, aku kesulitan mencari guru menulis. Bahkan, sebagian penulis yang aku datangi merasa enggan membagi wawasan, pengetahuan dan pengalaman menulis.Aku tak ingin orang lain yang ingin jadi penulis mengalami nasib sepertiku.

Kedua, sebagian besar kursus menulis tidak cuma-cuma atau gratis. Bahkan, sebagian besar sekolah menulis mematok biaya cukup tinggi --apalagi sekarang ini. Saat itu, aku yang hanya anak jalanan dan kebetulan kuliah selalu membayar SPP dengan ngutang, tentu tak bisa mengikuti kursus menulis dengan mengeluarkan uang. Dalam hati aku berpikir, bagaimana anak sepertiku bisa meraih sukses jika tidak ada yang peduli atau mengulurkan tangan? Aku pun bertekat, jika kelak aku sudah menjadi penulis, aku akan mengulurkan tangan kepada orang lain yang mengalami nasib sepertiku.

Ketiga, sudah hampir 13 tahun aku menekuni dunia tulis menulis --mulai dari munulis resensi buku, cerita pendek, esai, dan opini. Sudah 300 lebih tulisanku dimuat di media massa --nasional dan lokal. Dalam rentang waktu selama 13 tahun itu, tidak sedikit pengalaman yang telah aku dapatkan. Sayangnya, selama itu aku merasa belum memberi "manfaat" kepada orang lain, kecuali aku mendapat honor dan tentu itu aku nikmati sendiri. Maka kini aku merasa sudah waktunya untuk berbagi pengalaman menulis.

Tiga (3) alasan itulah yang kini membuatku berani untuk membuka sekolah menulis gratis dengan slogan "Program Indonesia Menulis". Adapun "Progam Indonesia Menulis" di sini meliputi:

    1). Menulis Resensi Buku
    2) Menulis Cerita Pendek
    3) Menulis Esai dan Opini
    4) Menulis Buku dari Pengalaman Pribadi (True Story)
    5) Menulis Novel

Dengan 5 program menulis itu, aku berharap Anda tidak sekadar jadi penulis biasa, melainkan Anda akan dibimbing bisa menulis di koran dan kelak bisa menerbitkan buku atau novel.

Sekolah menulis Gratis "Program Indonesia Menulis" ini memang tak dipungut biaya --alias gratis. Tapi, ada syarat yang harus dipenuhi:

    1) Sekolah Menulis ini diutamakan bagi mereka yang kurang mampu tetapi bisa juga bagi siapa saja yang serius ingin menjadi penulis
    2) Bersedia menandatangi surat perjanjian "jika kelak Anda menjadi penulis, Anda akan membagikan ilmu, wawasan, dan pengalaman menulis" minimal kepada tiga orang (tanpa memungut biaya). Jadi dengan Program Indonesia Menulis ini diharapkan akan membentuk rantai jaringan menulis di seluruh Indonesia. Tak pelak, jika di kemudian hari akan lahir banyak penulis. Sebab ilmu dan pengalaman menulis yang dibagikan itu akan berkesinambungan dan lebih bermanfaat daripada tidak dibagi kepada siapa pun.

Untuk peserta di wilayah Jakarta, proses belajar dilakukan secara tatap muka dan online. Sementara untuk peserta di luar Jakarta, proses belajar dilakukan secara online.

Jika Anda berminat dan berkeinginan kuat untuk menjadi penulis, silakan kirim "surat pengajuan" ke email nur_mursidi@yahoo.com cc: programindonesiamenulis@yahoo.com

ttd

N. Mursidi
Pendiri "Program Indonesia Menulis"

4 komentar:

Yayun Riwinasti mengatakan...

kereenn....:)

n. mursidi mengatakan...

smg bs membantu orang lain...

Ania Maharani mengatakan...

program indonesia menulisnya masih berlanjut, Pak? :D pengin dapat ilmu bermanfaat di sini..

Marianna Manula mengatakan...

Apakah programnya masih berlanjut?