....

Minggu, 04 Desember 2011

Sukses Mewujudkan Mimpi

resensi ini dimuat di Seputar Indonesia, Minggu 4 Desember 2011

Judul buku  : Mimpi Sejuta Dolar
Penulis        : Alberthiene Endah
Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan      : Pertama, September 2011
Tebal buku  : 388 halaman
ISBN         : 978-979-22-7481-3
Harga         : Rp. 63.000,-

SUNGGUH luar biasa dan mengagumkan! Itulah ungkapan yang pas untuk disematkan di pundak Merry Riana, wanita muda Indonesia yang kini jadi miliuner, diakui sebagai pengusaha sukses, motivator dan penulis buku terlaris di Singapura. Padahal, dulu waktu kuliah di Singapura, ia harus menelan "ludah pahit". Ia menanggung utang 40 ribu dollar yang ia pinjam dari Development Bank of Singapore untuk kuliah di Nanyang Technological University, Singapura.

Tapi di tengah kondisi hidup pas-pasan itu, Merry ternyata memiliki strategi bertahan hidup yang luar biasa. Bahkan, selain itu ia mampu bangkit dari keheningan kemiskinan. Ia rela meredam segala keinginan bersenang-senang, hidup sederhana bahkan hemat --dengan mengkonsumsi mie instan hampir tiap hari dan menahan lapar lantaran tidak mampu membeli lauk yang mewah. Dengan kegigihan, tekat yang kuat, disiplin yang tinggi, bahkan melibatkan Tuhan dalam bekerja, akhirnya mimpi yang ia cita-citakan itu berhasil direngkuh setelah kerja dengan keras. Ia mampu mengumpulkan uang sejuta dolar ketika masih terbilang muda, 26 tahun.

Perjalanan hidup Merry yang penuh lika-liku itulah yang dituturkan Alberthiene Endah dengan bahasa yang mengalir lancar, indah, dan sungguh menggugah hati pembaca. Alberthiene Endah bisa mengungkap hampir setiap langkah yang dijejakkan Merry ketika mulai tantangan baru kuliah di Singapura dan harus menahan lapar hingga bisa mengukir prestasi gemilang sebagai seorang lulusan sarjana atau anak muda yang sukses lantaran mampu mewujudkan mimpinya meski dihadang keterbatasan dan kemiskinan. Apa rahasia di balik kecemerlangan prestasi Merry sehingga ia mampu meraih mimpi spektakuler dan terbebas dari belitan beban finasial di usia yang tergolong masih muda?

Setelah menjalani pekerjaan demi pekerjaan, ia mendapatkan tiga hal penting dalam proses perjuangan meraih mimpi; tekat kuat, strategi terarah dan kedekatan kepada Tuhan. Merry yang sudah memulai kerja saat libur pada tahun kedua kuliah, awalnya bekerja jadi penyebar brosur di tempat umum. Lalu, pekerjaan demi pekerjaan ia lakoni seperti jadi pegawai toko bunga, pramusaji di hotel, menjajaki multilevel marketing, jual beli saham hingga menjual produk keuangan.

Tekat Merry begitu kuat dibuktikan dengan kerja keras yang luar biasa. Ia kerja lebih keras dari dari orang lain. Tak mustahil, jika ia dapat meraih hasil luar biasa. Sejak tahun pertama jadi sales, ia sudah mendobrak pencapaian target yang dahsyat. Padahal Merry jadi sales yang menjual produk di jalanan -di halte bus dan stasiun. Tapi, ia berhasil meraih pencapaian target terbaik di kategori sales baru, bahkan tertinggi. Dengan kiprah itu, ia dianggap berhasil memecahkan rekor di industri keuangan Singapura.

Dalam waktu singkat ia tak saja menduduki jabatan manager, tapi pada 2003 ia sudah melunasi utang pendidikan sebesar 40 ribu dolar. Pada tahun itu juga, ia berhasil mengumpulkan investasi mencapai 900 ribu dollar. Prestasi yang kemudian mengantarkan Merry menjadi presiden Strat Club saat ia masih berusia 24 tahun. Jadi, ia tergolong termuda sebagai presiden Strat Club sepanjang sejarah. Usai memberi sambutan sebagai presiden Strat Club, sejumlah orang mendekati Merry untuk menyatakan kekaguman. Dan  banyak sales yang digelayuti penasaran dan "ingin tahu" di balik keberhasilan Merry.

"Aku kerja empat belas jam sehari, tujuh hari dalam seminggu dan dua puluh kali presentasi sehari, dan ada trik-trik ringan menghadapi calon nasabah. Tapi, di atas semua itu, aku fokus pada resolusiku, aku ingin mencapai kebebasan  finansial sebelum usiaku tiga puluh," jawab Merry (hal. 277). Dan mimpi Merry itu menjadi kenyataan. Setelah ia menduduki jabatan sebagai Presiden Strat Club, keberhasilan Merry itu pun ditulis di banyak media di Singapura. Ia dikenal banyak orang. Apalagi setelah itu ia mengumpulkan sejuta dolar di usia 26 tahun. Sebuah mimpi yang indah tapi diraih tidak dengan mudah, tapi dengan kerja keras.

Dari untaian kata-kata Alberthiene Endah  yang terukir indah dalam buku ini, perjuangan Merry Riana dalam mencapai prestasi tidak saja indah untuk dikenang. Tapi dari kerja keras yang ditorehkan sarjana teknik elektro lulusan NTU Singapira ini, pembaca bisa melihat semangat Merry yang "terekam" dalam buku ini; menularkan spirit tentang kekuatan kerja keras dalam meraih impian. Sebagaimana dituturkan Alberthiene Endah, Merry mengungkapkan "kebanyakan orang memiliki cita-cita untuk sukses tapi keinginan untuk bekerja keras tidak dimiliki oleh setiap orang" (hal 279). Dan Merry telah membuktikan bahwa kerja kerasnya itu menjadikan cita-citanya bisa diraih.

Selain itu, buku ini seakan menegaskan kepada pembaca untuk tak meremehkan kekuatan mimpi. Sebab, mimpi itu adalah titik awal dari sebuah keberhasilan. Dan kesuksesan itu akan jatuh kepada orang yang memiliki dedikasi, disiplin, kerja keras, dan komitmen yang kuat. Kehidupan Merry ini adalah cermin bagi pembaca untuk tetap tidak menyerah. Semangat yang ditularkan Merry dalam buku ini adalah suntikan berharga. Ini sungguh bukti nyata dari prestasi yang tak bisa dianggap biasa-biasa saja. Pasalnya, Merry bekerja dengan luar biasa dan berhasil meraih hasil yang luar biasa. ***

*) N. Mursidi, aktivis pada Yayasan Anak Layang-Layang, Jakarta

2 komentar:

Yayun Riwinasti mengatakan...

menginspirasi..:)

n. mursidi mengatakan...

ya, buku ini sangat inspiratif... thanks sdh mampir